Membangun RuangJeda 3 Hari, 2 AI, dan Taktik Pindah Akun
Membangun "RuangJeda" menjadi perjalanan seru selama tiga hari. Bermodal bantuan Claude Opus dan Gemini, blog ini akhirnya mengudara sebagai tempat saya merawat rasa di sela waktu yang tersisa.
Proses rilisnya blog ini sebenarnya berawal dari keresahan sederhana: saya butuh tempat untuk menaruh semua "sampah" pikiran, catatan belajar desain, sampai dokumentasi teknologi supaya tidak menguap begitu saja. Saya ingin sebuah wadah yang personal, yang membiarkan saya bercerita tanpa tekanan.
Yang bikin berkesan tentu bukan cuma baris kodenya, tapi perjuangan di balik layar. Bayangkan saja, dalam waktu tiga hari itu saya harus bolak-balik antara Claude Opus dan Gemini. Bahkan ada trik "gerilya" gonta-ganti akun demi menjaga limit token tetap aman. Ya, kamu tahu sendiri, token itu tidak gratis, jadi saya harus putar otak supaya drafnya tetap panjang tapi kantong tidak ikut jebol.
Secara visual, saya memilih untuk tidak mau ribet. Desain kasarnya saya buat di Figma, lalu eksekusinya menggunakan kit dari shadcn/ui supaya cepat. Arsitekturnya pun saya buat se-efisien mungkin: pakai Astro untuk frontend dan PHP untuk membaca file Markdown secara dinamis. Intinya, saya ingin sebuah tempat yang begitu dibuka, saya bisa langsung menulis tanpa perlu pusing memikirkan desain lagi.
Jadi, blog ini benar-benar menjadi perwujudan dari namanya sendiri. Sebuah jeda. Sebuah momen untuk menata rupa dan merawat rasa di sela waktu yang tersisa.
Selamat datang di monolog kecil saya.